Buletin Dakwah Al-Faatih Edisi 01

Buletin Dakwah Al-Faatih Edisi 01

Kerohanian HIMA BK 2021

 

12 Oktober 2021

07 Rabiul Awwal 1443 H

 

Be Better Version of Me

Menjadi Manusia yang Berkualitas

photo_2021-10-12_18-39-34

Oleh Tim Redaksi

 

         Halo sobat Al-Faatih!! Kembali lagi di buletin Al Faatih edisi pertama di tahun 2021, semoga semuanya selalu diberikan kesehatan dimasa pandemi ini yaa.. Sobat Al-Faatih tau ga sih kalau manusia itu adalah makhluk yang spesial dan unik banget karena allah selain menciptakan manusia untuk beribadah kepada Allah, manusia juga diciptakan sebagai khalifah Allah di muka bumi ini. Pastinya kita diutus menjadi khalifah untuk menyebarkan kebaikan, menjaga bumi, dan hal baik lainnya bukan merusak bumi yang kita tempati saat ini. Nah, salah satu cara agar kita bisa menjadi khalifah yang baik kita harus menjadi manusia yang berkualitas, tapi apa sih manusia berkualitas itu dan gimana cara kita buat bisa jadi manusia yang berkualitas? Yuk kita langsung bahas aja, check it dot..

 

Pengertian Manusia Berkualitas

Sebelum kita bahas pengertian manusia berkualitas menurut Al-Quran, kita bahas terlebih dahulu dari pandangan para ahli psikologis. Menurut Karen Horney manusia berkualitas adalah manusia yang dapat menyeimbangkan antara dorongan yang ada dalam pada dirinya sehingga dapat memunculkan tingkah laku yang baik, dapat berhubungan dengan lingkungannya, tidak mengasingkan diri dan tidak bergantung pada orang lain. 

Sedangkan menurut Jourard ada empat ciri manusia berkualitas, yaitu: (a) menerima dan terbuka dengan masukan dari orang lain; (b) peduli terhadap diri sendiri, sesama, dan lingkungannya; (c) kreatif; (d) dapat menjadi manusia yang produktif. Dari dua pengertian ini dapat kita simpulkan bahwa menjadi manusia yang berkualitas itu memiliki kepribadian yang sehat, dapat produktif, dan menjadi manusia yang berintegritas tinggi. 

Ternyata dalam Al-quran juga banyak sekali istilah yang digunakan untuk menggambarkan manusia berkualitas seperti manusia beriman (QS. al-Hujarat : 14) dan beramal saleh (QS. at Tin: 6), diberi Ilmu (QS. al-Isra: 85, QS. Mujadalah: 11, QS. Fatir: 28), alim (QS. al Ankabut: 43), berakal (QS. al-Mulk (67): 10), manusia sebagai khalifah (QS. al-Baqarah (2): 30), jiwa yang tenang (QS. alFajr (89): 27-28), hati yang tenteram (QS. ar-Ra’d (30): 28), muttaqin (QS. al-Baqarah (2): 2), takwa (QS. al Baqarah (2): 183).

Menurut Sanaky, karakteristik yang dikemukakan al-Qur’an menjadi tolak ukur kualitas manusia, karena karakteristik tersebut diturunkan dari konfigurasi nilai-nilai yang dikemukakan al-Qur’an yang hadir bersama dengan kelahiran manusia ke dunia, dan menjadi sifat penentu dalam pembentukan kepribadian manusia. Lebih lanjut, perwujudan manusia yang berkualitas itu harus pula ditopang dengan terjalinnya 4 kualitas pendukung yaitu:

1.Kualitas Iman 

Keimanan merupakan kebutuhan hidup manusia, menjadi pegangan keyakinan dan motor penggerak untuk perilaku dan amal (aktivitas kerja) manuasia. Djamaludin Ancok mengatakan bahwa semakin tinggi iman dan takwa seseorang semakin tinggi pula kemampuan intelektual dan kepekaan sosialnya. Manusia yang beriman hatinya akan dibimbing Allah, jiwanya akan menjadi tenang dalam melakukan aktivitas hidupnya. QS. at-Tagabun ayat 11, yang artinya: “…Siapa yang berimana kepada Allah, Allah akan memempin hatinya.” 

2. Kualitas Intelektual 

Kualitas intelektual sudah menjadi potensi awal manusia, karena ketika manusia diciptakan, Allah mengajarkan kepada Adam segala nama benda (QS. al-Baqarah: 31). Artinya manusia sejak lahir telah memiliki potensi intelektual, kemudian potensi intelektual ini berkembang seiring dengan bertambahnya umur manusia. Kualitas intelektual merupakan perangkat yang sangat diperlukan untuk mengolah alam ini.

3. Kualitas Amal Saleh 

Amal saleh adalah pembentuk kualitas manusia, tiap kerja yang dilakukan setiap saat merupakan ukiran ke arah terbentuk kepribadian manusia. QS. at-Tin: 5-6, menyampaikan bahwa: ”manusia akan dikembalikan kekondisi yang paling rendah, kecuali manusia yang beriman dan mengerjakan amal salah.” Menurut Ahmad Muflih Saefuddin bahwa amal terwujud tatkala manusia memiliki ilmu pengetahuan. Amal tidak terwujud jika tidak ada sikap percaya dalam dirinya, karena keraguan tidak dapat mewujudkan perbuatan. 

4. Kualitas Sosial. 

Manusia merupakan makhluk sosial, artinya memiliki kemampuan untuk melakukan hubungan dengan orang lain. Sifat sosial yang dimiliki manusia sesuai dengan fitrahnya, yaitu adanya kesediaan untuk melakukan interaksi dengan sesamanya. Dalam alQur’an telah diungkapkan bahwa manusia selalu dituntut untuk mengadakan hubungan dengan Tuhannya dan juga mengadakan hubungan dengan sesama manusia.

Jadi sobat Al-faatih! Profil seorang manusia berkualitas itu adalah insan yang ramah, tetapi bukan lemah; serius, tetapi familiar dan tidak kaku; perhitungan, tetapi bukan pelit; penyantun, tetapi mengajak bertanggung jawab; disipilin, tetapi pengertian, mendidik, dan mengayomi; kreatif dan enerjik, tetapi hanya untuk kebaikan; selalu memikirkan prestasi, tetapi bukan untuk dirinya sendiri. Oke segitu dulu dari kita, semoga bermanfaaat dan sampai jumpa di buletin selanjutnya, dadahh!

Sumber: 

Mujiono, M. (2013). Manusia Berkualitas Menurut Al-Quran. Hermeunetik. 7(2). 357 – 388. 


Imam Al-Ghazali yang Sederhana

photo_2021-10-12_18-39-25

Today’s TMI (Tokoh Muslim Inspiratif)

Imam al-Ghazali adalah seorang teolog muslim Persia dan filsuf besar pada masanya. Di dunia barat abad pertengahan, beliau dikenal sebagai Algazel. Imam al-Ghazali memiliki daya ingat yang kuat serta bijak dalam berargumentasi dan berhujjah. Dengan kemampuannya tersebut, ia diberi gelar Hujjatul Islam. 

Perjalanan Imam al-Ghazali dalam menimba ilmu sangatlah tidak mudah, namun kisahnya menjadi salah satu yang dapat menginspirasi kita sebagai pelajar. Orang tua Imam al-Ghazali merupakan seorang tukang tenun biasa, beliau dan keluarganya hidup jauh dari kata mewah dan sempurna. Namun, keterbatasan finansial keluarganya tidak membuat Imam al-Ghazali menyerah begitu saja. 

Imam al-Ghazali tidak pernah menyia-nyiakan setiap kesempatan belajar yang datang kepadanya. Meskipun dengan fasilitas yang kurang layak, nyatanya ia bisa jadi lebih unggul dari pelajar yang lainnya. Dari hidup yang penuh kesederhanaan dan serba berkecukupan, Imam al-Ghazali bisa menjadi sosok yang melambung tinggi dengan segala kerendahan hatinya. Kini, ia telah menjadi tokoh dunia yang menginspirasi bersama ratusan karyanya yang masyhur.


Quotes of The Day

“Jika tidak mampu bersaing dengan para shalihin dalam ibadahnya, maka berlombalah dengan para pendosa dalam istighfarnya.”

-Ibn Rajab al-Hanbaly


Tips One Day One Juz

Today’s Tips and Trick!

 

Subuh= 4 Halaman

Dzuhur = 4 Halaman

Ashar= 4 Halaman

Maghrib = 4 Halaman

‘Isya= 4 Halaman

4 halaman x 5 waktu  sholat = 20 Halaman (1 Juz)

 

 

12.10 Buletin Hamaka 0

Post details

Leave a Reply

Social