Kita Dibuli? Santai Aja Kali

Assalammualaikum…

Halo cuy~ Gimana kabarnya hari ini? Baik-baik saja kan?

Percayalah, ada hati yang tersenyum saat mendengar kabarmu baik-baik saja disana #AHAYDEUH

 

Let’s go to the topic yow!!!

Entah kenapa dari dulu aku sering dibuli, dari SD hingga Kuliah pun aku sering dibuli. Tapi kok saya masih bisa selamat ya dari berbagai macam bulian itu? Mari kita lihat lembaran masa laluku terlebih dahulu… Check this out gais!!!

 

“Kamu kok gendut sih?”

“Ih rambutnya keriting masa…”

“Mana bisa orang gendut lari”

“Kamu cadel kan? Coba bilang ulaR melingkaR diatas motoR punyanya Rani?”

 

Saat itu aku merasa kaget, mengapa dunia sekejam ini terhadap anak kecil seimut aku. Apakah mereka iri dengan kelebihanku ini? Memangnya salah yaa kalau aku hobi makan jadinya melebihi berat badan yang ideal? Masa salah sih aku? Tidak hanya bulian secara fisik saja yang aku terima, tetapi bulian secara psikis juga selalu aku terima, mulai dari…

 

“Kamu kok bodoh sih?”

“Masa gitu aja kamu gak tau!”

“Gara-gara kamu nih, nilai kelompok kita jadi jelek”

 

Air mata tulus ini keluar dengan sendirinya saat aku mendengar kata-kata ledekan, kalimat hinaan, hingga perlakuan yang tidak senonoh yang mereka berikan kepadaku. Terkadang, aku langsung berlari menuju kamar mandi, dan membasahi tubuh ini sembari menangis “TUHAAAN~ mengapa aku diperlakukan tidak adil seperti ini? MENGAPA? JAWAB AKU!!!” habis itu aku dikutuk deh jadi buliran air yang memang tidak berguna. WKWKWKWKWK bercanda-bercanda, aku hiperbolakan kejadiannya, tetapi kamu pasti dapet intinya kan? Yes, you must, because I love you. Nah loh?

 

Kembali ke masa sekarang

Suatu kejadian akan kita jadikan sebuah pengalaman karena kita sadar bahwa dalam kejadian tersebut ada makna yang dapat kita petik dan kita tanamkan kepada diri kita. Kita semua pasti pernah mendapatkan pengalaman yang mendebarkan itu. Yup, sesuai dijudul pengalam dibuli. Dengan kita melakukan ini, mungkin kita akan berhasil selamat/survive dalam kehidupan. Buktinya aku selamat kok dari deburan ombak pembulian hingga detik ini. Let’s go mamen!!!

 

Pertama, kita harus berdamai dengan diri kita sendiri. Apa sih itu damai dengan diri sendiri? Suatu kondisi dimana kita menerima segala kekurangan kita, dan kita menyadari itu bahwa kekurangan itu harus kita ubah lambat laun. Contohnya dalam cerita tadi, saat aku diledek gendut, yaa aku sadar aku memang gendut, tapi aku terlalu malas untuk menjalankan program OCD dengan Om Ded itu loh, makanya aku berdamai dengan diri sendiri, bahwa AKU MEMANG GENDUT. Jadi, malas itu sama dengan damai? Bukan kok bukan. Intinya adalah, kita menerima kekurangan kita apapun itu, tetapi ada usaha didalamnya untuk mengatasi kekurangan kita.

 

Kedua, kita harus menentukan zona toleransi dalam bercanda. Nah, baru kan istilahnya. Sederhananya adalah kita menentukan batas bercanda yang tidak boleh dilanggar oleh teman mengobrol kita. Contohnya adalah, aku menentukan zona toleransi bercandaku yaitu “KELUARGA” artinya, teman-sahabat-hingga orang lain tidak boleh melanggar batas toleransiku, saat mereka melanggar (meledek, menghina, hingga membuli tentang keluargaku) maka aku BERHAK untuk marah, karena mereka telah melanggar zona toleransi dalam bercanda. Agar tidak terjadi hal yang memecah belah kualitas persahabatan yang telah dibangun sangat lama, dari awal kita harus memberitahu kepada teman mengobrol kita bahwa saat bercanda “Kalian jangan menghina keluargaku yaa, kalau kalian melanggar itu aku pundung loh.” Semacam itu lah kalimatnya, atau bisa kita rubah sendiri lagi. Jadi, kita harus menentukan zona toleransi bercanda kita. Oh iya, setiap orang memiliki zona toleransi yang berbeda yaa.

 

Ketiga, saat kita telah berdamai dengan diri kita sendiri dan telah menentukan zona toleransi bercanda, dengan sendirinya kita akan terbiasa untuk santai menghadapi berbagai macam bulian yang menerjang kita. Memang sulit dideskripsikan, tapi kita akan santai untuk menghadapinya, dan bulian bukanlah suatu hal yang menyeramkan lagi.

 

Dan ini yang terakhir, yang keempat. Tidak dipungkiri dan kita harus menerimanya, walaupun kita sudah santai dalam menghadapi bulian, pasti ada bercak-bercak sakit hati yang menempel walaupun hanya sedikit. Nah, kalau ini dicuekin nih, bakalan bahaya loh, bakal merusak semua yang udah kita terapin sebelumnya. Solusinya adalah, kita harus berbicara kepada diri kita sendiri, atau bahasa singkatnya itu curhat gitu loh. Mengapa ini penting? Karena saat kita sedang berbicara kepada diri kita sendiri, kita memutar kembali kejadian selama satu hari penuh dan melakukan evaluasi diri, apa yang seharusnya kita lakukan dan apa yang seharusnya tidak kita lakukan pada satu hari itu, atau kasarnya “Kalau aku tidak meledek dia duluan, aku tidak mungkin sakit hati seperti sekarang. Berarti besok jangan diulang lagi” dan masih banyak lagi evaluasi diri yang harus kita renungkan selama satu hari itu. Untuk mendukung kegiatan curhat kita nih, kita harus menemukan tempat terbaik untuk bisa berkomunikasi dengan diri kita sendiri dan melakukan kegiatan evaluasi diri dengan tenang, damai, dan tentram. Setiap orang memiliki tempat terbaik yang berbeda-beda.

 

Hanya itu pengalaman yang bisa aku berikan kepada kamu. Semoga pengalaman yang aku ceritakan ini membantu kamu dalam mengatasi pembulian itu. Jadikan itu sebagai sebuah pengalaman, sebuah pembelajaran, kamu sudah tau kan caranya seperti apa? That’s simple sweet heart~

 

Kita harus berdamai dengan diri kita sendiri, menentukan zona toleransi bercanda, dan kita akan terbiasa santai dalam menghadapi bulian itu. Tetapi, kita pasti akan mendapatkan sakit hati walaupun itu kecil, solusinya dengan cara berbicara kepada diri kita sendiri, untuk mengevaluasi apa yang seharusnya kita lakukan/tidak lakukan pada hari ini. Akhir kata …

 

Saat kita memaafkan orang lain, saat itu juga kita sudah menjadi manusia yang jauh lebih baik dari sebelumnya

Pahlawan Bertopeng – PPB 2016

20.02 Pengalaman Pribadi 1

Post details

One Response to “Kita Dibuli? Santai Aja Kali”

  1. Raai says:

    Kok lucu yaa :”)). Makasi banyak looh pencerahannya dan tetap semangat kakaq!!!

Leave a Reply

Social