Mau sampai kapan di zona nyaman mulu? Keluar Yuk!

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hallo KMBK! Tak kenal maka tak sayang, makanya kita kenalan dulu yuk! kali aja jadi sayang hihihi. Nama aku Nur Nabila Jaya dari kelas BK-3B 2021 tapi aku akrab dipanggil Mbil karena nama Nabila diangkatan 21 ini ada 5 orang. Banyak kan ya, makanya kita punya panggilan masing-masing biar gak ketuker. Waktu itu, tiba-tiba di chat sama teteh HIMA Bidang Kominfo dan dikasih kesempatan untuk membagikan pengalaman atau sharing di platform ini rasanya seneng banget, terima kasih banyak <3 semoga gak mengecewakan dan apa yang aku share bisa diambil sisi positif dan juga manfaatnya.

 

Pastinya pembaca udah mau masuk bahkan udah ada yang masuk ke umur 20-an. Gimana nih kehidupan setelah jadi mahasiswa dan menginjak fase dewasa? Berat ya? Banyak banget ujian kan ya, bukan ujian mata kuliah aja tapi pasti ujian kehidupan yang gak kalah bikin cape gak sih? Mulai dari masalah tugas yang masyaAllah sampai rumitnya kisah percintaan, duhh. Sejak dulu aku adalah seorang perempuan yang suka banget berorganisasi, mengikuti kepanitiaan dan kegiatan sosial lainnya. Bagi aku, setiap organisasi mempunyai ciri khasnya masing-masing, makanya aku gak pernah bosen untuk mengikuti suatu organisasi atau kegiatan baru selama diri aku mampu. Inget ya mampu, dalam artian diri aku yakin bisa membagi waktu dan bertanggung jawab atas pilihan yang aku putuskan.

 

Bulan lalu, di Kota Serang aku diberi kesempatan untuk mengenal organisasi di luar kampus, IMABKIN atau Ikatan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Indonesia. Dalam musyawarah wilayah II ini, alhamdulillah juga aku terpilih menjadi Ketua IMABKIN Wilayah II yang menaungi wilayah Jawa, Bali, dan Nusa. Pada saat itu, aku dilema apakah aku harus naik dicalonkan atau nggak. Akang dan teteh dari UPI yang ikut dalam musyawarah wilayah termasuk Ketua Himpunan dan pengurus IMABKIN wilayah II yang akan demisioner saat itu, keliatan banget khawatir saat aku diberikan suara untuk maju menjadi calon ketua IMABKIN PW II selanjutnya. Mereka bilang, menjadi ketua di IMABKIN PW II itu gak mudah, aku bakalan cape karena harus mengurus wilayah Jawa, Bali, dan Nusa yang cakupannya luas, ditambah aku juga menjadi koordinator acara di Dies Natalis tahun ini, dan menjadi staf di bidang PSDO yang program kerjanya lumayan banyak. Ketua yang sebelumnya itu laki-laki dan katanya sering pergi sendiri ke luar kota untuk kepentingan IMABKIN dan karena aku perempuan jadi banyak juga timbul kekhawatiran dari hal itu.

 

Tapi, dalam hidup kita pastinya ingin berkembang bukan? Dalam hidup juga pasti kita bakalan dihadapkan dengan pilihan yang sulit. Aku pernah mengikuti organisasi di sekolah, di kampus, dan forum luar cakupan Kota Bandung, tapi aku belum pernah mengikuti organisasi yang cakupannya lebih luas dari itu. Zona nyaman yang aku punya saat itu hanya lingkup kota, aku putuskan untuk keluar dan pergi ke zona baru. Cape? Susah? Sibuk? Itu semua konsekuensi yang harus aku ambil. Untuk melangkah maju dan proses berkembang itu pastinya harus ada pengorbanan. Kuliah di UPI aja, walaupun aku orang Bandung tapi harus berkorban dengan mengeluarkan uang lebih untuk uang sewa kost, hal tersebut juga pastinya dengan pertimbangan yang matang.

 

Hidup itu perlu pengorbanan untuk berkembang. Kalau masih banyak takutnya, banyak ragunya, terus mau sampai kapan diem di situ aja? Orang lain udah punya banyak karya, udah punya banyak prestasi, udah banyak pengalamannya, masa kita diem di situ-situ aja tanpa perkembangan? Yuk keluar dari zona nyaman yang saat ini membelenggu kita untuk mencari pengalaman dan proses kita berkembang. Gak perlu harus langsung membuat keputusan yang besar yang merubah banget kehidupan, soalnya nanti pasti kaget dong ya kalau gitu. Pelan-pelan aja, asalkan ada perubahan yang positif dan bergerak maju. Seru lohh zona di luar itu, tapi harus jaga diri juga jangan sampe kebawa yang enggak-enggak. Keluar zona nyaman kemarin, jadinya aku ketemu dengan orang-orang hebat dari mahasiswa BK di berbagai kota. Banyak banget ilmu yang aku dapet, relasi, dan pengalaman yang akan aku dapatkan juga kedepannya. Tantangan untuk menjalin dan menjaga komunikasi dan kekeluargaan gak cuman satu lingkup dengan kota yang sama aja, tapi di sini aku harus menjalin dan menjaga itu dengan berbagai kampus di berbagai kota.

 

Hidup dengan tantangan itu seru banget loh, kita bisa termotivasi untuk menggapainya. Cobain deh mulai keluar zona nyaman dan masuk ke zona baru, biar tau di zona itu tuh kaya gimana sih dalemnya? Kita kan gak akan pernah tau keadaan dan rasanya kalau kita cuman liat aja tapi ga masuk. “Ahh, organisasi bikin cape kayaknya gak seru deh” kalimat itu kan keluar karena cuman liat luarnya aja, iya sih bener cape kadang jenuh juga tapi orang yang masuk kan gak akan tau kalau serunya kayak apa? Dapet kakak-kakak yang baik dan merasa dijaga itu gimana? Dapet keluarga baru yang peduli sama kita itu gimana? Yuk mulai sekarang, lakuin hal atau sesuatu yang belum pernah dilakuin sebelumnya. Kalau kamu gak nyaman, ngerasa gak cocok, ya gak apa-apa, setidaknya kamu udah pernah coba kan? Gak rugi kok dapet pengalaman hidup yang bisa jadi pembelajaran dan bekal juga ke depannya.

 

Sampai sini dulu ya pengalaman yang aku bagikan. Sampai jumpa di lain kesempatan, kalau ada yang mau berteman dan saling berbagi pengalaman atau pun curhat juga gak apa-apa, bisa kunjungi profil Instagram aku ya di @nurnabilaaj (◍•ᴗ•◍)♡. Semangat semuanya! Selamat berproses. Inget, kesempatan gak akan datang terus menerus. Kalau gak sekarang, terus mau sampai kapan ditunda terus?

08.08 Karya Tulis, Pengalaman Kuliah, Pengalaman Organisasi, Pengalaman Pribadi 0

Post details

Leave a Reply

Social