Pengalaman Bersepeda ke Kampus selama 2 tahun

Setelah sebelumnya saya mencoba untuk mengajak teman-teman untuk melihat manfaat dan kerugian dari aktivitas bersepeda ke tempat kita beraktivitas, pada tulisan kali ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya bersepeda ke kampus selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Saya sebetulnya sudah mulai bersepeda ke sekolah semenjak duduk di bangku SMP,  meskipun sudah mulai belajar mengendarai sepeda sejak SD. Ketika SMP, jarak yang saya tempuh untuk bersepeda ke sekolah tidaklah terlalu jauh. Kira-kira hanya 3-4 kilometer. Begitupun ketika SMA. Aktivitas bersepeda saya bukannya berkurang dan beralih ke kendaraan bermotor seperti anak-anak SMA pada umumnya, justru malah semakin menjadi-jadi. Kegiatan bersepeda yang semula hanya sekedar sebagai transportasi agar saya dapat sampai ke sekolah dengan praktis kemudian bertambah intens dengan semakin berkembangnya pengetahuan dan pengalaman saya tentang dunia sepeda.

Aktivitas bersepeda ke kampus sejujurnya merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan, bahkan untuk dibayangkan pada awalnya. Kegiatan perkuliahan yang memiliki waktu tidak tetap, aktivitas organisasi, kaderisasi, hingga tugas-tugas yang tidak sedikit sudah terbayang di pikiran akan semakin mempersulit dan memperberat tantangan bagi saya bisa bersepeda ke kampus. Namun dengan kebulatan tekad, perencanaan dan persiapan yang matang, serta trial and error, akhirnya saya ternyata berhasil dan bahkan berangsur-angsur menikmati aktivitas bersepeda ke kampus.

Banyak sekali perbedaan yang saya rasakan ketika bersepeda ke kampus dengan ketika saya bersepeda ke sekolah dulu. Selain jarak tempuh dan waktu, intensitas serta persiapan sebelum bersepeda pun jauh berbeda. Jika dulu saya bisa bersepeda ke sekolah 4 hingga 5 kali seminggu (ketika SMP), atau bahkan setiap hari dari hari Senin sampai Sabtu (ketika SMA, sekolah saya belajar sampai hari Sabtu), maka ketika kuliah jumlah itu menurun drastis. Jika perkuliahan cukup padat dari hari Senin hingga Jumat, maka saya akan mencoba mencari jadwal kuliah yang paling singkat atau tidak ada jeda terlalu jauh. Contohnya, pada semester 2 saya bersepeda ke kampus setiap hari Selasa dan Kamis, karena jadwal perkuliahan di kedua hari itu tidaklah terlalu padat dan saya bisa menyesuaikan jadwal dengan persiapan yang harus dibawa seperti baju ganti maupun bekal makan dan minum.

Beberapa tips yang bisa dipertimbangkan bagi kalian yang mau mencoba untuk bersepeda ke kampus berdasarkan pengalaman saya bersepeda ke sekolah maupun ke kampus beberapa tahun terakhir :
1.  Persiapkan diri, baik fisik dan mental sebelum bersepeda.

Bersepeda ke kampus tidak seperti ketika kita bersepeda untuk olahraga atau rekreasi semata. Banyak hal yang harus dipertimbangkan seperti waktu, jadwal kuliah, barang yang harus dibawa (seperti baju ganti, makanan dan minuman), hingga dimana kita akan memarkirkan sepeda ketika jam kuliah berlangsung. Untuk hal yang terakhir, alhamdulillah di UPI sendiri sudah dipermudah dengan sudah tersedianya beberapa lokasi parkir sepeda, tinggal kita harus siap membawa gembok atau kunci sepeda sendiri.

  1. Pertimbangkan aturan di kampus

Tidak semua kampus menyediakan sarana parkir sepeda khusus, sehingga harus pintar-pintar melihat situasi dan lokasi untuk memarkirkan sepeda. Selain itu, pertimbangkan juga norma dan aturan di kampus maupun jurusan. Khusus di PPB, karena memiliki aturan dalam berpakaian maka harus dipertimbangkan juga untuk mempersiapkan pakaian ganti yang sesuai dengan aturan berpakaian tersebut. Bagi yang tinggal tidak terlalu jauh dari kampus mungkin tidak terlalu memikirkan hal ini, namun bagi mereka yang tinggal cukup jauh dari kampus mungkin harus mempersiapkan pakaian ganti mengingat jarak bersepeda yang jauh juga akan berpengaruh terhadap produksi keringat atau kemungkinan pakaian kotor selama perjalanan.

  1. Kenalilah rute dan lingkungan sekitar

Bersepeda ke kampus tentu tidak bisa sesantai bersepeda biasa. Meskipun kita bisa berangkat sepagi mungkin untuk menghindari kemacetan, tetapi tetap saja ada batasan waktu yang harus dipertimbangkan. Mencari jalur tercepat dan terdekat bisa membantu untuk mengefisienkan perjalanan. Mengingat sepeda adalah kendaraan yang membutuhkan tenaga, memilih jalur tercepat juga akan membantu menghemat energi yang juga harus disisakan untuk beraktivitas di kampus. Mempelajari peta dan jalanan yang biasa dilalui akan sangat membantu, begitu juga dengan mengeksplorasi berbagai jalan tikus dan gang yang bisa dilalui agar cepat sampai di kampus. Selain itu, mengetahui berbagai tempat umum sebagai patokan atau bahkan tempat istirahat maupun bengkel (jika ban bocor atau sepeda mengalami kerusakan) juga akan sangat bermanfaat.

  1. Cek kondisi sepeda sebelum berangkat

Hal yang cukup penting untuk dipersiapkan adalah sepeda yang akan kita kendarai. Berbeda dengan bengkel mobil atau motor yang cukup banyak di pinggir jalan, bengkel sepeda cukup jarang ditemui  sehingga meminimalisir kemungkinan terburuk seperti terjadinya kerusakan pada sepeda atau bocor ban sangat penting dilakukan. Kita juga bisa membawa multitoolset kecil di tas yang berisi obeng dan kunci-kunci khusus untuk sepeda untuk mempersiapkan jika sepeda mengalami masalah selama perjalanan. Selain itu, jangan lupa untuk merawat dan memantau kondisi sepeda agar selalu siap ketika akan digunakan.

  1. Persiapkan perlengkapan yang perlu dan tidak perlu dibawa

Karena bersepeda membutuhkan tenaga lebih, maka meminimalisir barang bawaan yang dibawa harus dilakukan agar tidak terlalu membebani kita saat mengayuh sepeda. Teknik packing di ransel serta pilihan barang juga akan membantu meringankan beban ketika bersepeda. Semakin sedikit barang yang dibawa tentu bersepeda akan semakin nyaman karena beban kayuhan pun akan semakin ringan. Bisa dipertimbangkan juga untuk menggunakan rak pannier di bagian belakang dan depan sepeda (biasanya rak seperti ini digunakan oleh para pesepeda touring maupun commuter) sehingga bisa membantu mengurangi beban yang harus dibawa di ransel punggung.

  1. Teruslah berlatih dan teguhkan niat

Yang tidak bisa dilupakan dalam suatu usaha tentu adalah niat dan usaha, begitupun dengan kegiatan bersepeda ke kampus. Hal yang sangat penting dan tidak boleh disepelekan adalah intensitas bersepeda akan mempengaruhi kemampuan dan stamina kita untuk bersepeda di waktu yang relatif lama. Niat, motivasi dan konsistensi juga harus dibangun dan terus menerus diperbarui agar kegiatan bersepeda ke kampus tidak sampai berhenti sama sekali karena pengaruhnya akan kurang baik bagi tubuh. Dengan terbiasa bergerak beberapa kali setiap minggunya, maka tubuh kita akan menyesuaikan diri dan memiliki tingkat kebugaran yang lebih baik daripada tidak berolahraga dan bergerak sama sekali.

 

Apapun transportasi yang digunakan para mahasiswa tentu akan berpengaruh pada berbagai hal baik pada diri mahasiswa itu sendiri ataupun lingkungan di sekitarnya. Dengan menggunakan sepeda, diharapkan banyak manfaat dan keuntungan yang diperoleh mahasiswa, begitupun lingkungannya. Jadi, tunggu apalagi? Let’s grab your bike and have an amazing experience with it!

 

Cerita part I : https://myppb.net/bersepeda-ke-kampus/

01.10 Pengalaman Pribadi 0

Post details

Leave a Reply

Social