Perjalanan Student Exchange di Malaysia

Halooo! Salam kenal semuanya…

Perkenalkan nama saya Wildan Fairuz I. S dari PPB-A 2018 dan teman-teman biasa memanggil dengan sebutan wil atau dan..

Kalo ketemu jangan lupa disapa yaa heheh..

19

 

Sebelumnya saya mau meluruskan dulu bahwa tujuan saya menulis ini adalah untuk memotivasi temen-temen semua, barangkali setelah membaca cerita ini menjadi lebih semangat gitu kan kuliahnya dan punya plan yang jauh lebih besar dari saya hehe

Oh iya Fyi aja bahwa ini merupakan tahun pertama BK UPI mengadakan program student exchange dengan Universitas luar negri. Yups! Kampus tersebut bernama Universitas Pendidikan Sultan Idris.

Buat yang pengen tau kampusnya lebih jelas, boleh searching google aja yaa hhe

Sebelumnya mau nanya dulu nih, waktu kalian jadi maba apa aja sih yang kalian capai setelah menjadi mahasiswa nanti?

Kalo kamu adalah maba, boleh yaaa kamu langsung buat list apa aja yang mau kamu capai selama kuliah nanti.. dan buat akang dan tetehnya jangan patah semangat untuk mencapai apa yang sudah rancang dan wujudkan

Okee, jadi masih tersimpan rapi dalam ingatan ketika menjadi maba dan dikumpulkan di gymnasium untuk menyaksian teleconference dengan salah satu alumni UPI yang berprestasi melanjutkan studi S2 diluar negri fully funded. Sebagai seorang maba, saya memiliki idealisme yang tinggi, bahwa kelak kuliah nanti saya ingin mencapai ini dan itu.

Dari sekian banyak keinginan itu salah satunya adalah ingin merasakan kuliah diluar negri, dan Allah menjawab do’a saya.

Jujur, tidak pernah terpikirkan sebelumnya akan menjadi salah satu mahasiswa yang berkesempatan mengikuti program student exchange, sehingga kesempatan ini tak boleh saya lewatkan dan sia-siakan selama menjalaninya.

Jauh sebelum itu, pada awalnya saya merasa tidak yakin untuk mengikuti program student exchange ini, namun berkat masukan dari temen-temen dan support dari kedua orang tua, akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar program student exchange ini.

Setelah mendaftar, saya melengkapi semua pemberkasan mulai dari CV, transkrip nilai, hingga persetujuan orang tua.  Alhamdulillah setelah ada pengumuman, saya lolos ketahap berikutnya yaitu wawancara.

Tahap wawancara juga dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berkaitan dengan seputar kepribadian dan pertanyaan-pertanyaan seputar komitmen selama mengikuti student exchange. Kemudian sesi berikutnya yaitu tes kemampuan berbaha inggris (reading, dan speaking) dihadapan 3 dosen PPB. Sesi ini pun menjadi sesi yang menegangkan hehe

Setelah melewati tahap wawancara, beberapa hari kedepan saya hanya menunggu pengumuman siapa saja yang berhak mengikuti program ini, dan kuota yang tersedia yaitu 15 orang.

Saat menunggu hari-hari pengumuman, saya sempatkan diri untuk mencari tahu lebih dalam tentang UPSI baik itu di youtube maupun artikel sembari terus berdo’a semoga saya termasuk ke dalam salah satu dari 15 orang tadi. Tidak lupa jaga, sedikit demi sedikit saya belajar bahasa melayu hehe

Kemudian tibalah saatnya pengumuman, daaaaaaaannn alhamdulillah saya lolos sebagai peserta yang berhak mengikuti program student exchange. Terharu rasanya ketika mendengar pengumuman tersebut, bahwa benar saya akan pergi ke UPSI.

Setelah hari pengumuman itu, saya kembali melengkapi pemberkasan lainnya dan tidak lupa kami yang ber-15 juga bersama-sama berlatih bahasa inggris agar tidak terlalu shock ketika berada disana.

Saat mendekati hari-hari pemberangkatan, saya juga berpamitan bersama teman-teman.. Sedih memang harus terpisah, namun tetap ini adalah perjuangan.

Sampai akhirnya tibalah hari pemberangkatan dan saat itu saya diantar oleh kedua orang tua. Tak terasa air mata mulai bercucuran karena harus berpisah dengan orang tua sejauh ini, namun saya meyakinkan orang tua bahwa saya akan baik-baik saja selama disana.

Akhirnya pesawat yang saya tumpangi pun mengudara, dan mendarat dalam beberapa jam. Setibanya di bandara, kami disambut oleh teman-teman dari PPI UPSI.. rasanya senang sekali, dan nyaris tidak percaya bahwa saya benar-benar ada di Malaysia.

20

Selama disana, saya bersama teman-teman lainnya tinggal di asrama dan fasilitas yang diberikanpun cukup menjanjikan.. Yaa bikin betah pokoknya hehe

Minggu pertama perkuliahan disana, saya mengikuti serangkaian kaderisasi bersama mahasiswa-mahasiswa internasional lainnya dan rasanya itu menyenangkan banget!

Lanjut di minggu berikutnya, perkuliahan mulai berjalan dengan normal. Di awal masuk perkuliahan, kami semua disambut sangat baik oleh teman-teman dari Malaysia, sehingga membuat kami merasa nyaman berada di sekeliling mereka. Tak lupa kami pun saling berkenalan satu sama lain, walau terkadang ada kendala bahasa tapi itu sangat menarik..

Pada awalnya saya sedikit kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan karena terkendala bahasa. Namun dengan seiring berjalannya waktu, saya pun dapat beradaptasi dan itu bukan menjadi masalah lagi. Oiya, ketika disana hampir setiap hari percakapan menggunakan bahasa melayu. Namun ada juga saatnya menggunakan bahasa inggris, tepatnya ketika mengikuti salah satu kelas yang diampu oleh salah satu dosen disan dan itu full English.. Seru bukan hehe

Suasana yang damai dan mendukung proses pembelajaran, membuat saya begitu menikmati semua kegiatan pembelajaran. Hal yang paling membuat saya senang adalah, pertama kalinya dalam hidup merasakan sensasi konseling di ruangan konseling, dan itu ternyata tidaklah mudah, memerlukan pembiasaan dan pemahaman yang kuat terhadap teori.

Tidak lupa juga selama disana saya mengikuti berbagai kegiatan, seperti observasi ke sekolah-sekolah, camping, berkunjung ke kementrian Pendidikan Malaysia,  dan masih banyak kegiatan lainnya.

21

Terlebih ketika disana, saya juga berkesempatan menjadi volunteer berkunjung ke orang asli (orang pedalaman) dan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Selama disana, saya juga tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk pergi berlibur hehe

22

 

Bagi saya, student exchange ini tidak hanya memberikan sejuta pengalaman yang berharga, tetapi memberikan pesan bahwa jangan pernah menyerah untuk menggapai cita-cita yang telah kamu tuliskan.

23

Pesan saya buat temen-temen :

Terkadang kita merasa ragu dengan diri sendiri namun pangan pernah takut mencoba, siapa tau itu adalah tiket emas kamu.

Terakhir dari saya…

“Do’a dan restu orang tua tak pantas untuk dilupa, dan melibatkan Tuhan dalam segala urusan kita itu adalah kewajiban, karena kita hanya bisa berusaha dan selebihnya Tuhan yang menentukan”

Semoga cerita ini dapat menginspirasi.

Salam Hangat, Wildan.

Mahsiswa PPB A 2018

24.08 Pengalaman Kuliah 0

Post details

Leave a Reply

Social