Satu Perjalanan Student Exchange BK di Negeri Jiran PART I

Bandung, 25 Juli 2020

 

Kok bisa ikutan exchange gitu sih?

“Aku ga pernah terpikir bahkan di bucket list capaian selama menjadi mahasiswa tidak terdapat kata harus mengikuti student exchange tetapi Allah mentaqdirkan lain, bahkan mereka yang sangat menginginkannya tidak mendapatkan tetapi aku sendiri yang bahkan hanya mencoba dan mempasrahkan semuanya malah mendapatkannya”

 

Bismillah

Halo, Futri Uswatun Khasanah nama lengkapku tapi orang biasanya akrab dengan panggilan yukey. Aku mahasiswa Bimbingan dan Konseling angaktan 2018 kelas A. Baru saja menduduki satu tahun perjalanan akademik di Bimbingan dan konseling UPI, masih wajah-wajah gemes maba tetapi waktu semester 1 itu mulai terdengar banyak kabar akan adanya student exchange bahkan suka sering tuh dosen di kelas menginfokan dan banyak banget mahasiswa anak-anak kelas yang interest sampe berkumpul gitu lah setelah pulang kuliah bareng dosen untuk menanyakan berbagai hal.  aku yang dengan apatisnya tidak pernah mau tau tentang hal itu karena setiap kali ditanya akan ikut, pasti dengan jawaban

“waduh terlalu jauh belum lagi preparenya” “yukey kayaknya engga deh, betah di upi aja”

“ah pasti ribet dan banyak ini itu ga akan deh kayaknya”

Tapi semuanya itu ditentang ketika berani melawan tantangan

Sore hari kala itu, aku dengan satu temanku makan di sekitar gegerkalong terlihat bukan aslinya anak UPI hehe. Nah ketika itu tekad terlahir, temanku mengatakan “bahwa ayo coba saja dulu, aku pun mencoba kalau ada apa-apa kan kita hadapi bareng engga sendirian”. Dari sana yang terbesit di dalam diri itu yaudahlah yah coba daftar dulu aja dan seketika sekuat itu hati untuk berani daftar. Finally aku buka website Cdc.upi disana itu membuat account gitu dan apply untuk ikut Student exchange ini tuh tanggal 21 Februari 2019. Actually niatnya tuh bukan 100% ingin banget exchange tapi benefit aku udah buat account di cdc upi tuh nantinya akan banyak announcement bahwa ada lowongan kerja, panggilan lamaran kerja juga jadi ya lumayan lah kalau pun tidak jadi ikut pun, at least aku punya akun ini.

 

 

So step 1 baru di mulai membuat akun di cdc.upi.

1            2

Step 2 Apply Program Student Exchange

Nah setelah punya akun, disana langsung ada tawaran untuk mahasiswa BK yang ingin mengikuti SE yang mana harus mengkonfirmasi kehadiran apabila ingin mendaftarkan diri, Tetapi saat menghadiri General Aptitude Test harus menyelesaikan beberapa persyaratan diantaranya (jadi ini tuh daftar dulu dan harus memenuhi persyaratan sebelum dilakukannya wawancara).

  1. Syarat Umum: Mahasiswa UPI prodi BK dibuktikan KRS, Bersedia menempuh 2 semester di UPSI Malaysia (ini akan ada lanjutannya lagi ya), Sehat jasmani dan rohani, mendapatkan persetujuan dari orang tua, Minimal semester 2 dan bersedia mengikuti rangkaian seleksi

(Tbh saat syarat ini aku sendiri belum bilang ke orang tua tapi langsung klik siap aja karena hanya baru melamar lah klo istilah pekerjannya belum tentu ada panggilan)

  1. Syarat Khusus: IPK Min 3.25 , Memiliki skor toefl minimal 450, dan motivation letter.

(Kaget sih aku juga pas pertama liat aduh harus skor toefl sementara aku belum pernah sama sekali and idk so far of my English skills)

 

3          4

 

Lalu di website itu juga dinyatakan bahwa biaya yang ditanggung oleh UPI mulai dari tes toefl, biaya pendidikan, asrama, dan asuransi kesehatan dan biaya yang ditanggung pribadi adalah daily life yang mana katanya hanya Rp 750.000 sampai 1.500.000 perbulannya dan juga visa, passport dan tiket pesawat ( realitanya memang daily life itu ditanggung sendiri sekitar 1,5 juta-  2 juta tapi ini kembali kepadaa kebutuhan masing-masing ya).

Mau oot dulu dari recruitment ini mengenai biaya.

Yang dari mahasiswa itu pembuatan passport (ini ada kok di Bandung dan secara online daftarnya, waktu itu sih sekitar 350k dan fyi passport itu ada yg 24 halaman sama 48 halaman jadi beda harga. Terus buat apa halaman itu tuh? Halaman itu tuh untuk diberikan cap sebagai bukti di bandara kalau kita sudah di sana dan saat kembali itu tuh akan diberikan cap juga saat di imigrasi). Lalu setelah passport, biaya toefl itu juga dari mahasiswa karena kan mahasiswa harus memenuhi persyaratan di cdc itu (test nya gampang kok tinggal datang ke balai bahasa upi dan buat mahasiswa upi itu bayar 65k kalau tidak salah juga menentukan sendiri tanggal ujiannya).

Nah udah passport, skor toefl terus kita juga membutuhkan visa (tapi ini dilakukan saat kita sudah dinyatakan lolos dari selekisi ya). Visa ini hanya bisa kita dapatkan dengan datang ke Jakarta di pusatnya dan jangan khawatir ini di koordinir kok jadi cuman tinggal memberikan beberapa informasi diri, pas foto hitam putih dan tentunya sudah mendaftar diri secara online. Visa ini tuh biayanya ditanggung kampus tapi pakai uang sendiri dulu sekitar 3, 8 juta.

Lalu cek kesehatan itu ditanggung kampus dan dilakukan di upsi saat orientation di cek segala hal pokoknya dari mulai tes darah, tes urin, rotgen tubuh. Kita juga disana asramanya, asrama international student dan biaya asrama itu ditanggung upsi (asramanya enak lho ada ac, ada kipas angin, satu asrama utk 6 orang dan itu tuh kaya rumah aja gitu ada tempat makan, kamar mandi dan dapur tapi gaboleh masak). Jadi selama disana kita tuh beli terus makanan untuk makan ya kecuali nasi itu buat sendiri. Katanya asrama ini juga lumayan sekitar sekian juta lah perbulannya utk mahasiswa international tuh.

Tiket pesawat pulang pergi itu juga dari kampus ya yakni dari oier upi. Jadi kita ga sama sekali mengeluarkan uang utk tiket dan tiketnya sudah dipesankan oleh dosen yang mengkoordinir.

 

Kita kembali ke laptop yaa

 

Setelah selesai dan membiarkannya selama 1 bulan kurang kemudian ada notif bahwa ada panggilan test dari cdc upi untuk mengikuti rangkaian seleksi pada tanggal 25 Maret saat itu ada sekitar 30 orang mahasiswa BK yang mengikuti rangkaian test dan ini dari angkatan 2018 juga 2017. Rangkaiannya tuh:

  1. Memberikan syarat umum dan syarat khusus yang tercantum di website (seperti yang tercantum diatas)
  2. Membuat curriculum vitae yang berisi data pribadi, pengalaman organisasi dan softskill serta kekurangan dan kelemahan diri (Nah cv ini pakai bahasa inggris)

Di Siang hari itu kita semua yang daftar exchange disuruh bersiap-siap untuk wawancara bersama 2 asdos dan 3 dosen utama.

Aduh takut dong yah

Terus teh gimana tuh wawancaranya, ngapain aja?

Bawa apa aja untuk wawancara itu?

Dan harus pakai bahasa apa?

Satu orang-satu orang dipanggil oleh asisten dosen yang terdiri dari 2 orang disana aku sendiri ditanya seberapa siap untuk pergi kesana, bagaimana mengatasi kekurangan diri kalau berada disana, nilai bahasa inggrisnya di cek pula karena selain membawa cv diri, kita juga harus menyiapkan motivation letter (ini tuh sebuah cerita motivasi untuk mengikuti SE ini, judul motivation letter aku dulu tuh “Menciptakan Garis Lengkung di Bibir Orang Tua” dalam bahasa inggris tentunya)

ya sama 2 asdos ini tuh ditanya-tanya perihal kesiapan, kemampuan diri gitu deh

 

Terus kaki aku melangkah perlahan sembari menarik nafas ketika tepat di depan pintu untuk masuk ruangan wawancara.

 

Aku masuk  ke ruangan yang mana terdiri dari 3 dosen dan duduk di depan mereka, lalu disana diharuskannya menggunakan bahasa inggris ketika interview itu. Di dalam ruangan itu di tanya beberapa hal tentang bagaimana cara survive disana, tentang homesick, tentang kemampuan bahasa inggris dalam diri, tentang kekurangan dan kelemahan diri lalu yang terakhir saya disuruh untuk membaca buku bahasa inggris dan mencoba re-explain di depan dosen, Mungkin sekitar 30 menit di dalam ruangan ini. Sejujurnya bukan hanya angkatan 2018 saja yang mengikuti seleksi tetapi juga angkatan 2017 yang mana jumlah seluruh pelamar adalah 35 orang pendaftar

 

Step 3 interview selesai dilalui 

Rangkaian seleksi yang tidak terduga sebelumnya, karena saat ada panggilan test disana saya sendiri langsung telpon orang rumah diantaranya mamah dan bapa, terus kata mereka ya coba saja tentang finansial itu bukan suatu masalah karena apabila sudah rezekinya Allah pasti melancarkan segalanya. 16 hari pengalaman mengesankan itu berlalu sebab disana aku sendiri merasa useless kaya gabisa apa-apa dan berserah aja apapun hasilnya itu. Nah karena support orang tua yang begitu kuat akhirnya memutuskan untuk menghadiri test interview di atas.

5

Siang itu tanggal 10 april 2019, aku lagi di perpustakaan mencari beberapa referensi untuk persentasi di semester 2 karena masih hectic dengan akademik dan saat itu juga sempat mendaftarkan diri menjadi anggota Himpunan Mahasiswa BK di prodi tetapi yang datang hanya surat penolakan tidak diterima setelah melewati rangkaian oprec dan wawancara karena disana tertera bahwa dengan SE itu sudah membawa nama Universitas bukan lagi nama Jurusan.

Kebetulan juga saat di library itu, tiba-tiba ada grup di wa yang bernama Student Exchange dan merasa aneh sendiri karena teman aku yang juga mengikuti seleksi dari awal tidak masuk ke dalam grupnya dan langsung ada surat yang di dalamnya berisi nama-nama mahasiswa yang diterima untuk mengikuti program Student Exchange. Hari ini adalah hari dimana mamah sedang ulang tahun dan aku menelpon mamah memberikan kabar ini, bagi aku saat itu sedih karena aku harus jauh dari keluarga dan ini sebagai kado buat mamah bahwa anaknya akan menimba ilmu di negara luar. Menangis pasti, terharu pasti, takut pasti mixed feel. Intinya hari ini adalah hari kedua dimana saya merasakan menangis terharu atas proud of my self.

 

Step 4 Menjadi salah satu Mahasiswa Student Exchange 

 

Aku ga pernah terpikir bahkan di bucket list capaian selama menjadi mahasiswa tidak terdapat kata harus mengikuti student exchange tetapi Allah mentaqdirkan lain, bahkan mereka yang sangat menginginkannya tidak mendapatkan tetapi aku sendiri yang bahkan hanya mencoba dan mempasrahkan semuanya malah mendapatkannya.

 

Apasih motivasi dalam diri utk ikut ini ?

Karena aku  ingin membuktikan bahwa I Can Do it membanggakan dan berhasil di atas kaki sendiri serta membeli setiap ucapan mereka yang mengatakan bahwa aku tidak bisa apa-apa. Menggoreskan garis lengkung di wajah kedua orang tua tentunya sesuai artikel itu. Ini menjadi langkah awal untuk membanggakan mereka-mereka yang menaruh harapan banyak padaku dan juga untuk mereka yang selalu support dan juga aku ingat bahwa menjadi mahasiswa yang punya ipk tinggi saja ga cukup untuk bersaing didunia luar tetapi butuh mahasiswa yang banyak pengalaman apalagi mempunyai sertifikat pernah exchange ke negeri luar.

Intinya ga pernah mau mengecewakan harapan yang telah mereka berikan.

 

Step selanjutnya….

Lalu apa saja sih yang harus disiapkan?

Visa gimana caranya? Buatnya kapan?

Pasportnya kemana buatnya?

Lalu student pass nya?

dan apa saja sih yang harus dipersiapkan untuk SE di negeri orang dan

berapa banyak sih key biaya yang kamu keluarkan untuk ini semua?

lalu kehidupan kampus disana seperti apa?

Untuk menjawab ini jawabannya di bawah ini

 

Step 5  PREPARE UNTUK KEBERANGKATAN KE MALAY

  1. Siapkan passport (syarat utk daftar tuh akta, kartu keluarga, ktp dan ijazah dan surat domisili dari kampus dan materai)
  2. Siapkan atm masterchard yang bisa diakses di Malaysia (waktu itu sih ada yg pake mandiri, cimb dan maybank)
  3. Karena yang diterima itu ada 2 angkatan, 2017 dan 2018 maka mata kuliah yang dikontrak pun menyesuaikan hasil rapat dari dosen BK UPI dan Dosen Counseling UPSI Malaysia)
  4. Siapkan data MCU Medical check UP yakni declaration health
  5. Belajar conversation dan wirting academic
  6. Persiapan pembuatan visa dan student pass (Karena kan disana bukan hanya 10 hari tapi beberapan bulan makanya visanya itu multiple visa dan student pass tuh kaya pengganti ktp kita yang sebagai mahasiswa disana tapi nanti juga disana dikasih ktm gitu kok dan tentunya ktm upi udah ga bisa dipakai ya)

Daftar ke EMGS  (Education Malaysia Global Services) gitu pokoknya secara online (visa confirmation, offer letter)  ke kedutaan Malaysia di Indonesia.

  1. Lokasinya itu di Universiti Pendidikan Sultan Idris Tanjong Malim Perak, Malaysia
  2. Penerbitan artikel di mendeley dan harus ada penelitiannya secara nyata
  3. UKT itu tetap bayar ke sistem upi
  4. Bahasa yang dipakai itu bahasa inggris dan melayu saat perkuliahan
  5. Menggantikan uang rupiah ke Ringgit Malaysia
  6. Dan menyiapkan segala kebutuhan yang akan di pakai disana baik dibawa di bagasi ataupun di kabin pesawat.

 

Terus disana gimana? Makanannya apa? Kuliahnya gimana? Terus deket gasih kampusnya? Terus counseling disana gimana ada bedanya sama di upi? Nih aku kasih tau ya sesuatu yang luar biasa diluar eksptasi aku tentang kehidupan kampus di Malaysia sana dengan BK di Malaysia gimana.

 

Scroll yuk scroll

Next ke tulisan selanjutnya yang penasaran daily life di Malay gimana sebagai mahasiswa

20.08 Pengalaman Kuliah 0

Post details

Leave a Reply

Social