Satu Perjalanan Student Exchange BK di Negeri Jiran PART II

Ini kisah student exchange versiku, Ku tunggu versi mu

-FutriUK mahasiswa BK 2018

6

(Foto bersama Bapak Rektor UPI 2019)

 

29 Agustus 2019 menjadi hari perpisahan sementara dengan semua yang ada di Indonesia, Tepat pukul 08.30 WIB di Bandara Husein Bandung pesawat Air asia mengudara mengantarkan kami menuju tempat meluaskan wawasan dan pengalaman. Pukul 11.30 waktu Malaysia kami telah mendarat di Bandara KLIA 2 Malaysia dan disambut dengan penuh tawa hangat dari akka dan abang student di UPSI yang menjadi kakak pembimbing kami selama di Malaysia. Lalu bis mengantarkan kami langsung di depan asrama dan disana tuh luas sekali kampusnya bahkan fasilitas kampusnya tuh banyak banget kaya kolam renang, tempat gym, bus kampus, student center, museum pendidikan,  stadion olahraga, perpustakaan dan segala hal tempat untuk olahraga disana ada dan itu tuh percuma sahaja utk pelajar UPSI (Percuma= gratis).

Kita tinggal di sebuah asrama yang dikenal dengan kolej aminudin baki teletak di paling ujung diantara kolej lainnya karena merupakan kolej internasional. Satu pavilion dihuni oleh 6 orang pelajar dan itu anak upi semua kok hanya sahaja dibedakan antara blok laki-laki dan perempuan tapi masih tetap satau kolej. Disana juga bukan hanya kami  pelajar dari indonesia tapi ada pelajar dari luar misal china, Pakistan, Bangladesh dan berbagai negara lainnya jadi mau gamau daily life kita harus memaksakan menggunakan bahasa inggris.

 

Kampus upsi gimana sih teh? Bagusan upi atau upsi?

 

Kampus upsi tuh keren abizzzzz bagi teteh karena ada 2 kampus yakni kampus sultan azlan shah sama di kampus apa ya lupa pokoknya yang ada kolej aminudin baqi. Kalau di kampus 1 tuh ada perpustakaan, ada beberapa fakultas, ada student center, ada pusat kesihatan, ada museum dan ada beberapa tempat untuk ekstrakulikuler gitu. Kalau di kampus 2 itu tempat kami tumbuh dan berkembang juga mengenal Malaysia yang mana disana ada kolej, ada kolam renang, ada tempat gym, ada café-café, ada gedung kesenian, dan juga ada gedung dewan tuanku kanselor.

7         8       9

            Hari senin kala itu kita ada orientation week dan dihadiri oleh seluruh pelajar dari luar Malaysia. Tapi sebelum itu kita juga ada sambutan dari dosen-dosen di fakulti pengembangan kemanusiaan. Di UPSI sana tuh udah ada counseling mulai dari degree, master sampe phd (jadi pengen master di sini deh). Nah selama orientation week tuh pokoknya kalau kalian nanya ke anak-anak yang ikut SE pasti jawabannya mau banget diulang dua kali, sepengen itu lagi pokoknya. Orientation week ini tuh di selenggarakan oleh panitia mobility students international yang mana panitia ini juga yang mengurus masalah apapun kita selama di upsi sana. Karena kita exchange dan mahasiswa international jadi orientation kita dibedakan dengan mahasiswa baru upsi lainnya tetapi saat pengesahan kita juga sama di ikut sertakan di sebuh gedung yang dihadiri oleh rektornya upsi dan jajarannya sampai selesai acara kita di nobatkan sebagai anak kandung suluh budiman dengan bangga menggenakan selendang merahnya.

10

 

Jurusan BK disana itu disebut counseling, kita kuliah dari senin sampai jumat dan setiap hari kita kuliah di kampus 2 dan yang bikin enaknya itu tuh pakai bisa kampus jadi gausah jalan ya except kita terlambat berangkat karena bisa itu datang setiap tiga puluh menit sekali. Terus pakaiannya apa ala-ala ppb gitu? Emm jelas ini masih menjadi budaya kami juga di Malay ya karena ga sebebas itu baju kuliahnya.

 

Bahasanya pasti bahasa malay dan English, mantep banget pokoknya setiap hari di upsi tuh menjadi pelajaran yang berarti bagi kami dan mengenal banyak hal tentang budaya disini. Counseling di upsi tuh lebih banyak praktek bahkan ya ada satu tempat yang bisa kita gunakan sebagai mahasiswa counseling yang kita sebut sebagai makmal (bahasa indonya lab). Nah di makmal ini tuh ada makmal counseling individual ada sekitar 10 ruangan yang di dalamnya ada alat perekam suara, alat perekam video, 2 kursi untuk konseli dan konselor juga ada meja. Seenak itu kan?

 

Jelas bagus banget fasilitasnya, bukan hanya itu tapi ada ruangan makmal bimbingan kelompok juga jadi kalau kita mau melakukan konseling kita bisa langsung datang kesana mana kedap suara lagi.

Oh hiya, ada course kemahiran asa konseling nah setiap minggunya ketika sudah paham satu teori pembahasan maka kita langsung mempraktekkannya di makmal counseling individual itu bersama partner kita sekelas. Jadi baru saja dapat satu ilmu, terus langsung diprakktekan lagi dan biasanya di tonton juga sama mereka yang dikelas juga lecturernya untuk memberikan evaluasi ke kita. Terus terus ya kita juga disana diwajibkan untuk menghafal kod etik konselor versi Malaysia dan beli juga bukunya saat mata kuliah etika dalam konseling.

 

Lecturernya baik banget dan menyambut hangat ke kita begitupun mahasiswa lainnya. Tapi ada satu yang selalu di ingat bahwa kita perempuan tidak boleh bersalaman ke dosen laki-laki terus setiap mau mulai kuliah juga nyantai banget klo belum ada dosen biasanya suka nyanyi-nyanyi gitu karena setiap ruangan di gedung upsi sana sudah tersedia wifi, computer dan proyektor tentunya jadi gausa pinjem dulu gitu.

 

Setiap apa yang kita pelajari dikelas itu pasti langsung di praktekan saat kita ada kelas makmal. Oh iya ada yang beza juga nih yakni sistem pembelajarannya.

 

Disana itu kita present bukan presen teori atau materi gitu tapi present apa yang sudah kita observasi karena pernah ada observasi ke sekolah menengah tugas dari course etika dalam konseling dan tugas wawancara mental health ke orangnya langsung dan mempresentasikan apa yang kita dapatkan bukan presentasi materi setiap minggu secara bergiliran. Dosennya juga kalau memang tidak bisa hadir itu kita tidak akan masuk kuliah dan pasti akan digantikan di hari yang lain atau waktu yang lain, jadi gapernah kuliah belajar di kelas tanpa dosen.

 

Terus ya sampe pernah kita kuliah itu jam 08.00 -11.00 malem lhoo karena ya itu dosennya berhalangan hadir dan bisa di jam segitu (keren banget gasih? Dosen-dosen disana professional banget bahkan rela waktu istirahat malamnya diganggu)

 

Disana itu karena beza satu jam dengan waktu indonesia jadi waktu subuh itu sekitar jam 06.00 pagi dan kita berangkat kuliah tuh jam 07.00 pagi menunggu di tempat tunggu bis kadang tak jarang kita juga jalan hanya butuh waktu 15-20 menit sampai di gedung fakultas tuh. Suhunya disana panas banget so payung seringnya di pakai saat siang hari yang panas terik bukan saat hujan tapi santai kok di dorm dan di kelas itu pasti ada ac jadi ga pernah khawatir kepanasan.

Selama kita disana juga kita diperkenalkan segala hal misal mengikuti perkumpulan mahasiswa counseling se Malay yang dilaksanakan di Universiti Putra Malaysia yang diselenggarakan oleh perkama (sejenis imabkin lah kalau di indo). Perkama ini tuh sampai ada lagu khas nya gitu yang judulnya we here for you, lagu ini tuh dipersembahkan dari seluruh calon konselor untuk para konselinya terus selain itu kita juga pernah ke adventure park yang menghadirkan anak-anak dari panti asuhan yang mana kita memberikan kebahagiaan buat mereka dan seluruh mahasiswa counseling jadi panitianya. Selain itu kita juga sering diundang oleh kasih (sejenis hima bk lah klo di upi) untuk acara-acara mereka ya proker gitu lah. Di course perkhidmatan pernah kita mengunjungi satu sekolah untuk belajar menjadi cikgu counseling yang sebenarnya seperti ngasih pelayanan, memandung keberjalanan acara terus ice breaking dan yang paling aku inget itu cikgu konseling disekolah dan kepala sekolahnya tuh baik banget sampe ngaish kita sarapan sebelum kegiatan berlangsung terus ngasih makan siang ah pokoknya baik baik baik baikkkkk banget beda kalau obser ke sekolah yang di indo hehe.  Over all segala kegiatan selama disini sangat sangat bermakna dan membuka wawasan kami apalagi diasahnya softskill.

11    12      13

 

Pasti deh mereka yang stay di sosial media anak-anak yang ikut SE, sering ngeliat klo anak-anak yang SE tuh seringnya main kemana-mana. Yapsss betul betul betul

 

Tentunya kami gamau dong melewatkan kesempatan berharga ini dengan tidak mengunjungi beberapa tempat yang menjadi ciri dari negeri jiran ini diantaranya twin tower, masjid pink di putra jaya, batu caves dan ke genting seru parah lah kalu udah main.

 

Eh iya, mau ngasih tau juga deh ruangan BK di sekolah yang ada di Malay

Ruanganya tuh ada cermin  saat kita menginjakkan pertama kaki disana, terus ada banyak kata-kata motivasi, ada daftar kehadiran, ada ruangan konseling individual yang lengkap dengan segala yang dibutuhkannya, ruangan bimbingan kelompok dan juga ruangan untuk konselornya tapi yang membedakan tuh ruangan bk disini berwarna-warni dan biasanya warna pink dan ungu yang mana ini warna kebangsaan Malay, katanya ruangan BK tuh harus di hias sedemikian rupa agar konseli atau murid yang datang tuh nyaman bukan takut.

14

 

Kita juga pernah ikut program dalam mata kuliah bimbingan kelompok yang menginap selama 3 hari diluar kampus tentunya, kegiatan ini akan selalu terkenang karena bermakan, bermanfaat buat pegangan sebagai calon konselor dan sangat sangat membangun chemistry dengan mahasiswa upsi lainnya tentunya diperkenalkan dan mengisi inventori, mengenal diri lebih dalam, mempersiapkan sebagai bakal kaunselor terus dr muhamammad nuh dosen yang terfavorit sama dr pau kee ( eh iya klo di upsi tuh manggil ke dosen bukan dosen tapi dengan panggilan gelarnya, misal gelarnya dokter yang kita panggil dr kalau bisa gelarnya professor ya kita panggil prof).

 

16

17

 

Enam bulan berjalan dan berlalu secepat itu, sampai tiba waktu dilaksanakannya acara majlis perpisahan mahasiswa UPI yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa counseling UPSI kita disana menampilkan sebuah tarian dan ucapan-ucapan terimakasih, actually acara majlis ini tuh memang selalu diadakan ketika akan final exam untuk berdoa bersama-sama. So setelah pulang malam dengan memakai batik dan menjinjing beberapa gift yang diberikaan untuk kami, seminggu itu libur untuk persiapan final exam dan senin itu kita ujian.

Singkat waktu tibalah di hari sabtu tanggal 18 januari yang mana agenda ini menjadi agenda terakhir kita di upsi karena ini waktunya bis upsi mengantarkan kami semua mahasiswa upi ke depan bandara KLIA 2 dan tangis haru tentunya menyelimuti kepergian kami sampai bebarapa dosen mengantarkan kami. Tetes air mata jatuh begitu saja seiring dengan mengudaranya pesawat tapi satu sisi kami pun merindukan tanah air kami, tempat pulang kami, keluarga kami dan pukul 20.00 pesawat landing di bandara husein sastra negara kaki ini betapa bahagianya menginjakkan lagi di tanah air tercinta ketika sekian bulan kami harus menyanyikan lagu negaraku dan upsi setiap kegiatan kini mala mini kami disambut oleh keluarga tercinta dan kembali kepaada pelukan mereka.

 

 

To readers:

Jangan pernah lewatkan kesempatan apapun di depan mata kalian dan jangan pernah memikirkan apapun walau kalian merasa kalian kurang tapi teguhkan tekad bahwa kalian sedang berusaha untuk menjadi versi terbaik diri kalian dan ingat beranilah keluar dari zona nyaman sekalpun banyak pressure, trouble dan trigger yang akan membersamai setiap perjalanan menghebat itu.

 

Pengalaman yang terbaik di dapat ketika kalian percaya bahwa diri kalian berhak untuk mendapatkannya….

-FutriUK

18

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

21.08 Pengalaman Kuliah 0

Post details

Leave a Reply

Social