Semua hal pasti ada pertama kalinya

HIHI, HALOO SEMUAA!­čĹő­čĆ╗Perkenalkan Aku Debitzha Zein Syakhira dari BK-A 2021! Sebelumnya aku mau ucapin terima kasih banyakk banget karena Aku udah dikasih kesempatan buat berbagi cerita dan pengalaman di sini!

Semua hal pasti ada pertama kalinya. Takut? Pasti. Melakukan hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya pasti tidak karuan. Perasaan campur aduk. Aku Debit, dan Aku menjadi orang yang berulang kali meloncati batu pengalaman pertama.

Mungkin buat beberapa teman-teman Aku khususnya anak BK-A 2021 udah hafal ya kalau Aku ini mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kabumi UPI. Saking aktifnya berkabumi, Aku sampai mendapat julukan “Debit Kabumi” dan “Debit Angklung” yang menunjukkan bahwa Aku, Kabumi, dan Angklung sudah memiliki hubungan emosional #jiakh

Berawal dari hobi bermain angklung yang sudah diikuti sejak SMA dan minat atas budaya tradisional, Aku memilih Kabumi sebagai tempat aku belajar dan berorganisasi. Tidak ada alasan lain. Di pikiran Aku, Aku cuma ingin bermain angklung. Tapi ternyata, Kabumi memberikan banyak sekali kesempatan sekaligus tantangan baru untuk Aku. #bukanpromosi #tapikalaumaumasukhayu

Aku itu orang yang takut banget melakukan hal baru, alasannya ya takut salah, takut ngga bisa, pokoknya takut. Tapi, selama berkabumi ini, Aku banyak sekali meloncati batu pengalaman pertama Aku!

Pengalaman besar pertama Aku pada saat itu adalah dilibatkan menjadi panitia acara Deklarasi Bandung Kota Angklung yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Di sana aku amazed banget karena baru tahu cara kerja acara gede tuh kaya gimana. Aku juga mendapat kesempatan untuk jadi koordinator Liaison Officer (LO) di acara 12 Tahun Angklung Mendunia: Angklung’s Day 2022 yang diadakan oleh Kabumi bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate. Bagi Aku, bener-bener pengalaman pertama dan pengalaman besar bisa dilibatkan dan dipercaya dalam acara besar dan acara yang bekerja sama dengan dinas.

Ternyata, dari batu loncatan yang pertama itu, aku semakin banyak menghadapi batu loncatan “pertama kali” lainnya! Alhamdulillah, di tahun 2023 ini Aku diberikan kesempatan untuk mengunjungi negeri Jiran, Malaysia, dalam rangka mewakili UPI dan mewakili Indonesia untuk melakukan misi kebudayaan yakni Silang Budaya Indonesia-Malaysia. Mungkin iya, semua orang bisa pergi ke luar negeri untuk liburan. Tapi ngga semua orang bisa ke luar negeri dengan misi khusus ini. Dan Alhamdulillah Aku menjadi orang beruntung yang bisa menjalani misi khusus untuk membawa budaya Indonesia ke luar negeri! Eits, Aku ralat. Bukan Aku yang membawa budaya Indonesia ke sana, tapi budaya Indonesia yang membawa Aku ke sana!

Di sana, aku dan teman-teman Kabumi menampilkan angklung orchestra dan tari rampai aceh di Universitas Pendidikan Sultan Idris, Perak, pada 2 Juni 2023 dan di World Trade Center, Kuala Lumpur pada 3 Juni 2023 di acara pemeran buku terbesar di Malaysia yaitu Pameran Buku Internasional Kuala Lumpur (PBIKL) Tahukah kalian? Ini pertama kalinya aku membawakan sebuah tarian! Sebenarnya, bidang aku lebih kepada seni musik daripada seni tari. Tapi tantangan ini membuat Aku keluar dari zona nyaman dan lagi-lagi melakukan “pertama kali”. Banyak banget “pertama kali” di perjalanan ini. Pertama kali bikin paspor, pertama kali menari, pertama kali naik pesawat, pertama kali makan nasi lemak, pertama kali punya temen orang melayu, dan masih banyak “pertama kali” yang aku lewati!

 

“Bagi aku, belajar itu di mana aja, kapan aja, apa aja, dan dari siapa aja. Begitupun kalian. Di mana pun kalian berada, ambil sebanyak-banyaknya pengalaman, ambil setiap kesempatan yang tersedia. Selama itu baik dan meng-upgrade diri kita, jangan takut untuk menjalaninya. Perlu diketahui, bahwa untuk dapat pengalaman besar ini pun tidak mudah. Aku banyak melalui ups and downs, banyak yang aku korbankan, dan tidak sedikit tenaga, waktu, pikiran, juga perasaan yang aku keluarkan. Karena pada akhirnya, batu-batu loncatan itu nantinya hanya akan menjadi kerikil-kerikil kecil. Jadi jangan khawatir. Percaya pada kemampuan diri dan jangan takut untuk mencoba­čśë”

 

05.07 Karya Tulis, Pengalaman Pribadi 0

Post details

Leave a Reply

Social